Presiden Direktur Garuda Yamato Steel Tony Taniwan mengatakan akuisisi GYS oleh YKC, SYS, dan HWI menekankan visi strategis untuk memperluas kehadiran di pasar domestik serta pertumbuhan.
Upaya kolaboratif perusahaan, lanjutnya, sejalan dengan proyeksi pertumbuhan konsumsi baja nasional yang diperkirakan mencapai 18,3 juta ton pada tahun 2024 dengan peningkatan 5,2%.
"Kami memiliki rencana ke depan untuk meluncurkan produk baja baru yang akan menangkap peluang pasar yang luar biasa di Indonesia," katanya.
Menurut dia dengan 41 proyek prioritas strategis di sektor konstruksi, termasuk pengembangan Ibu Kota Negara (IKN) yang membutuhkan sekitar 9,5 juta ton baja, terdapat peluang besar bagi produsen baja seperti GYS untuk mendukung pengembangan infrastruktur Indonesia.
(Dani Jumadil Akhir)