Lebih lanjut, Rosan mengaku saat ini telah ada pembahasan dengan salah satu produsen kendaraan listrik yang hendak masuk ke Indonesia. Akan tetapi permintaan dari calon investor tersebut, Pemerintah harus bisa memberikan energi yang ramah lingkungan.
"Kita sudah bicara dengan beberapa perusahaan yang mau berinvestasi di EV car, mereka requestnya, karena mereka ingin membuat electric car, maka energi yang mereka dapat juga dari renewable energy," tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Rosan menuturkan kedepannya Pemerintah memang tengah mendorong untuk memprioritaskan investasi yang masuk untuk menggunakan energi bersih. "Kalau kita lihat itu yang akan kita dorong, bagaimana kita mengarahkan investasi yang masuk ke Indonesia itu adalah yang clean energy dan ekspor oriented," sambung Rosan.
Menurutnya, salah satu yang menjadi pertimbangan investasi dari para calon investor ke Indonesia dengan melihat struktur demografi di Indonesia yang mana didominasi oleh usia-usia produktif dengan rentan usia sekitar 30 tahunan.
"Jadi usia produktif yang membuat mereka melihat investasi di Indonesia ini menjadi hal yang sangat menarik. Kita juga mempunyai middle income class yang strong dan meningkat, kurang lebih middle income kita itu kurang lebih 56 juta orang atau 20% dari total penduduk kita, ini akan meningkat 80% pada 2045 dari total penduduk kita," pungkas Rosan.
(Feby Novalius)