Sedangkan pada 2021, total perdagangan RI-AS mencapai USD37,02 miliar, naik 36,10% dari tahun 2020 sebesar USD27,2 miliar. Ekspor RI juga mengalami kenaikan 38,4% sebesar USD25,77 miliar, dan impor RI naik 31,1 % sebesar USD11,25 miliar. Total surplus perdagangan RI senilai USD14,5 miliar.
Meskipun masih jauh dari target yang disepakati, yakni USD60 miliar pada 2024, tren perdagangan bilateral RI-AS selama 5 tahun terakhir, 2017–2021, meningkat rata-rata sebesar 6,85%.
Namun demikian berdasarkan data terbaru yang didapat Okezone.com, Indonesia saat ini menjadi 20 negara teratas yang menyumbang defisit perdagangan ke AS. Indonesia menyumbang defisit sekitar USD28,0 miliar.
Di sisi lain, selama ini produk Indonesia juga dikenakan tarif impor sekitar 10% di AS.
Beberapa barang konsumsi sepenuhnya bebas bea masuk, karena Indonesia menikmati fasilitas preferensi sistem umum (GSP) yang diberikan oleh pemerintah AS kepada negara-negara berkembang.
(Feby Novalius)