Inovasi pengolahan pelepah kelapa sawit menjadi produk bernilai ekonomis merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan petani serta memperkuat ekonomi kerakyatan di Negeri Junjungan.
Karena pemanfaatan pelepah sawit sebagai bahan baku produk unggulan UMKM menjadi peluang baru bagi masyarakat untuk menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat kemandirian daerah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengubah paradigma masyarakat terhadap pelepah sawit yang selama ini dianggap sebagai limbah, menjadi sumber daya baru yang memiliki potensi ekonomi tinggi.
"Melalui inovasi ini, para petani dan pelaku UMKM diharapkan mampu menghasilkan produk unggulan seperti lidi ekspor, pakan ternak dari daun sawit, hingga biochar ramah lingkungan," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Bengkalis Andris Wasono.
Diketahui, BPDP dan Aspekpir Indonesia melatih 80 orang yang merupakan petani sawit melalui kegiatan praktik mengolah pelepah kelapa sawit menjadi produk UKMK berupa lidi sawit siap ekspor, pakan ternak dari daun sawit dan biochar dari pelepah sawit
“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus bersinergi dalam mengembangkan inovasi dan pelatihan yang dapat memperkuat posisi petani serta menjadikan sawit sebagai sumber kesejahteraan bersama,” kata Ketua DPD I Aspekpir Riau Sutoyo.
(Dani Jumadil Akhir)