Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tak Asal Tanam, Ini Cara Petani Sawit di RI Naik Kelas

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 01 April 2026 |19:27 WIB
Tak Asal Tanam, Ini Cara Petani Sawit di RI Naik Kelas
Tak Asal Tanam, Ini Cara Petani Sawit di RI Naik Kelas (Foto: Freepik)
A
A
A

JAKARTA - Produktivitas petani sawit ditingkatkan agar bisa naik kelas. Tantangan yang dihadapi petani sawit di berbagai daerah tidak hanya berkaitan dengan fluktuasi harga komoditas, tetapi juga persoalan teknis di kebun. Mulai dari risiko bibit tidak berkualitas, pola pemupukan yang tidak tepat, hingga pengendalian hama dan penyakit, menjadi faktor yang mempengaruhi produktivitas kebun.

Salah satunya petani sawit Desa Suak Putat, Sekernan, Muaro Jambi, Jambi, kini jadi lebih terstruktur dalam melakukan pemupukan di kebunnya. Perbaikan pengelolaan kebun yang dilakukan Maijan, salah satu petani sawit ini dialami setelah mengikuti pelatihan Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) yang diinisiasi oleh PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) di seluruh perusahaan anaknya di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.

Melalui pelatihan tersebut, dapat memahami pentingnya praktik agronomi yang benar, mulai dari pemilihan pupuk yang sesuai, dosis yang tepat, hingga waktu aplikasi yang efektif untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Sebelumnya, dia mengaku hanya mengandalkan kebiasaan turun-temurun tanpa dasar pengetahuan yang memadai.

“Dulu saya pikir mupuk itu gampang, tinggal tabur saja. Ternyata cara kita memupuk itu menentukan sehat tidaknya sawit yang ditanam. Kalau pemupukan dilakukan dengan benar, hasilnya memang akan optimal. Hal ini baru saya ketahui saat mengikuti pelatihan Perkasa di PT Brahma Binabakti yang sangat bagus untuk kami para petani sawit. Kami mendapat banyak pengalaman tentang pembibitan, perawatan hingga panen yang bisa langsung kami terapkan di kebun,” katanya dikutip dalam keterangan tertulisnya TAPG, Jakarta, Rabu (1/4/2026).

Melalui program ini, produktivitas kebun petani diharapkan meningkat seiring tumbuhnya kesejahteraan secara berkelanjutan. Hal ini sejalan dengan manifestasi nilai luhur yang ditanamkan oleh TP Rachmat sebagai salah satu pendiri perusahaan, dengan filosofi menjadi perusahaan yang lahir dari, oleh dan untuk Indonesia.

Program pelatihan Perkasa dirancang dengan memadukan 40% teori dasar dan 60% praktik langsung di lapangan secara intensif selama tiga hari. Harapannya, petani peserta dapat langsung mempraktikkan cara merawat tanaman secara presisi, sehingga mereka pulang dengan kepercayaan diri untuk menjadi ahli di kebun sendiri.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement