Ditegur Penerimaan Pajak Lesu, Purbaya Ngotot Ekonomi Belum Normal

Anggie Ariesta, Jurnalis
Sabtu 29 November 2025 21:01 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penerimaan pajak Indonesia masih jauh dari target. (Foto: Okezone.com/Biro KLI Kemenkeu)
Share :

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengakui penerimaan pajak Indonesia masih jauh dari target. Saat ini baru mencapai Rp1.459 triliun atau 70,2% dari outlook Rp2.076,9 triliun per Oktober 2025.

Namun, dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (27/11/2025) lalu, Purbaya menegaskan realisasi penerimaan tersebut tidak bisa dihakimi berdasarkan standar normal karena kondisi ekonomi yang masih tertekan.

Menurut Purbaya, kelemahan penerimaan pajak adalah konsekuensi dari lesunya peredaran uang di masyarakat yang diklaimnya sudah terjadi sejak tahun 2024.

"Ini saya banyak ditegur masalah pajak dan lain-lain, seolah-olah keadaan normal. Yang perlu kita ingat adalah keadaannya kita keadaannya enggak normal sampai September kemarin, Oktober saja baru mulai balik, belum keluar dari tekanan, loh. Ini yang sedang kita perbaiki, jadi jangan dihitung sebagai keadaan normal," jelasnya.

Purbaya menyatakan bahwa dalam kondisi ekonomi yang sedang sulit ini, acuan normal dan penilaian kinerja menjadi tidak pas. Ia menolak opsi untuk menaikkan tarif pajak demi mengejar target semata karena hal itu bertentangan dengan prinsip kebijakan countercyclical.

"Saya bisa aja naikin tarif (pajak) di sana-sini, tapi hasilnya pasti lebih jelek daripada yang sebelumnya. Kenapa? Ekonomi lagi jatuh. Kita kan tahu kebijakan countercyclical, kalau lagi jatuh kita bebani lagi, akan lebih jatuh lagi. Harusnya malah kita kasih stimulus besar-besaran," tutur sang menteri.

Purbaya menegaskan dirinya tidak ingin menekan lebih dalam kondisi keuangan masyarakat maupun para pengusaha.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya