JAKARTA - Langkah historis terjadi di pasar modal Indonesia pada perdagangan Kamis (8/1/2026), di mana Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 9.000 secara intraday.
Sekitar pukul 10.00 WIB, indeks bergerak menguat 57,03 poin atau setara 0,64 persen ke posisi 9.001,84 dengan komposisi 363 saham yang mengalami kenaikan, 301 saham terkoreksi, dan 294 saham lainnya stagnan.
Momentum penguatan terus berlanjut hingga pukul 10.29 WIB saat IHSG menyentuh rekor All Time High (ATH) terbaru di level 9.002,92.
Aktivitas transaksi pada pagi ini sangat masif dengan nilai mencapai Rp11,17 triliun dari perdagangan 20,33 miliar saham yang terjadi sebanyak 1,6 juta kali transaksi, sehingga mengerek kapitalisasi pasar bursa ke angka Rp16,4 triliun.
Saham Bumi Resources (BUMI) dan Alam Tri Resources Indonesia (ADRO) menjadi penguasa pasar pagi ini dengan nilai transaksi masing-masing sebesar Rp1,7 triliun dan Rp1,55 triliun.
Di balik rekor tersebut, pelaku pasar tengah bersiap mencermati sejumlah sentimen krusial, terutama dari dalam negeri terkait rilis realisasi APBN 2025.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dijadwalkan akan menggelar konferensi pers APBN KiTa edisi Januari 2026 siang ini pukul 13.30 WIB untuk memaparkan performa anggaran tahun lalu secara menyeluruh.
Perhatian utama investor tertuju pada rincian pendapatan negara, belanja, hingga besaran defisit yang dikhawatirkan membengkak melampaui target awal. Realisasi pendapatan akan menjadi indikator vital untuk menilai kemampuan negara dalam mengumpulkan penerimaan di tengah dinamika ekonomi global, termasuk besaran potensi shortfall pajak.
Selain itu, pasar juga menanti detail realisasi belanja pada program prioritas, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), serta alokasi untuk subsidi dan bantuan sosial (bansos) sepanjang tahun 2025.
(Dani Jumadil Akhir)