JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengambil langkah cepat untuk mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana di Sumatera. Sebanyak 510 mahasiswa Politeknik Statistika STIS (Polstat STIS) dikerahkan ke Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat guna melaksanakan pendataan lapangan yang krusial bagi proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti melepas secara resmi keberangkatan tahap kedua dengan 120 mahasiswa diberangkatkan menggunakan pesawat C-130 Hercules milik TNI Angkatan Udara, menyusul 120 rekan mereka yang telah berangkat sehari sebelumnya dengan armada serupa. Sisa personel lainnya diterjunkan secara bertahap menggunakan pesawat komersial.
”Pendataan ini merupakan wujud kontribusi mahasiswa, tidak hanya untuk keilmuan tetapi juga kepada masyarakat. Sekaligus, ini akan menjadi tulang punggung penyediaan data untuk percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak bencana,” ujar Amalia di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Penugasan ini merupakan bagian dari mandat BPS sebagai koordinator pengelolaan data dalam Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam, sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026. Kegiatan ini juga diintegrasikan dengan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Tahun 2026 Polstat STIS.
Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsekal Pertama TNI Erwin Sugiandi, turut memberikan pembekalan moral kepada para mahasiswa sebelum mereka lepas landas menuju lokasi tugas.