Prabowo: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang!

Dani Jumadil Akhir, Jurnalis
Sabtu 24 Januari 2026 07:04 WIB
Prabowo: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang! (Foto: Setpres)
Share :

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menjamin kredibilitas Indonesia dalam kancah keuangan internasional. Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam memenuhi kewajiban finansialnya.

Sepanjang sejarahnya, kata Prabowo, Indonesia tidak pernah mengalami gagal bayar kewajiban utang. Menurutnya, setiap rezim pemerintah selalu menghormati kewajiban dari pemerintahan sebelumnya.

“Dalam sejarah kami, Indonesia tidak pernah sekalipun gagal membayar utang. Tidak satu kali pun. Rezim yang baru selalu membayar utang dari rezim sebelumnya. Presiden demi presiden akan selalu menghormati kewajiban utang dari pemerintahan sebelumnya,” kata Prabowo dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss.

Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dirancang secara terukur dan berbasis data sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan disiplin fiskal. Presiden menilai pendekatan tersebut menjadi kunci dari ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

"Kebijakan kami telah dan akan selalu dirancang secara tepat," ujar Presiden.

Presiden menjelaskan stabilitas nasional yang menopang kebijakan ekonomi tidak terjadi secara kebetulan. Hal tersebut dapat terwujud lantaran pilihan konsisten Indonesia untuk mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan bersahabat dibandingkan konfrontasi.

"Kredibilitas kami, yang dibangun dengan susah payah selama bertahun-tahun, terus kami jaga. Kredibilitas yang hilang sangat mahal untuk dipulihkan," ucap Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa disiplin kebijakan dan kesinambungan tata kelola ekonomi menjadi fondasi bagi Indonesia untuk tetap tumbuh berkelanjutan dan menjaga kepercayaan global.

Prabowo menekankan bahwa stabilitas keamanan global adalah harga mati untuk mencapai kesejahteraan. Menurutnya, sejarah telah membuktikan bahwa tidak ada negara yang bisa membangun ekonomi di atas puing-puing konflik.

“Sejarah mengajarkan kita perdamaian dan stabilitas adalah aset kita yang paling berharga. Perdamaian dan stabilitas adalah prasyarat utama bagi pertumbuhan dan kemakmuran. Tidak akan ada kemakmuran tanpa perdamaian,” tegasnya.

 

Meski mengakui dunia sedang tidak baik-baik saja akibat pengetatan kondisi keuangan, ketegangan perdagangan, dan gejolak politik, Prabowo membawa kabar optimistis mengenai kondisi ekonomi dalam negeri. Dia mengutip penilaian Dana Moneter Internasional (IMF) yang memberikan rapor hijau bagi Indonesia.

"Baru-baru ini IMF menggambarkan Indonesia sebagai, saya kutip, ‘titik terang global dengan pertumbuhan ekonomi yang kuat di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan’," kata Prabowo.

Dia memaparkan data konkret di mana ekonomi Indonesia secara konsisten tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. “Dan saya yakin bahwa tahun ini pertumbuhan kita akan jauh lebih tinggi lagi,” tambahnya.

Optimisme tersebut didukung oleh angka inflasi yang tetap terjaga di kisaran 2 persen serta defisit anggaran pemerintah yang berhasil ditekan di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Menurutnya, pengakuan lembaga internasional terhadap Indonesia bukanlah berdasarkan optimisme kosong, melainkan berdasarkan bukti nyata dan kebijakan yang terukur (well-calibrated).

Baca selengkapnya: WEF 2026: IMF Sebut Ekonomi RI Cerah, Prabowo: Tak Pernah Gagal Bayar Utang!

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya