JAKARTA - Indonesia memperkuat ekonomi kreator dengan melakukan kolaborasi dengan Korea Selatan dan Eropa. Hal ini ditandai dengan bergabungnya Kevin Lee dari Korea Selatan sebagai Chief Financial Officer dan Cornelius dari Eropa sebagai Chief Technology Officer Fuomo.
Dengan bergabungnya mereka menandai keseriusan Fuomo membangun tools monetisasi kreator dengan standar global, namun tetap relevan dengan konteks kreator Indonesia.
Chief Executive Officer (CEO) Fuomo Marcell Tee mengatakan, masalah utama kreator bukan pada kreativitas atau audiens, melainkan pada sistem monetisasi yang sering kali tidak transparan.
“Kami ingin kreator punya kontrol penuh atas pendapatannya dan memahami dengan jelas bagaimana mereka dibayar. Fuomo dibangun sebagai tools yang memberi kepastian, bukan ketergantungan,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Chief Financial Officer Fuomo Kevin Lee yang membawa pengalaman dari ekosistem digital Korea Selatan. "Model bisnis yang sehat selalu dimulai dari keberlanjutan kreatornya. Jika kreator memiliki alat yang tepat untuk tumbuh, maka ekosistem bisnisnya akan ikut berkembang,” jelasnya.
Prinsip ini tercermin dalam struktur monetisasi Fuomo yang sederhana dan mudah dipahami. Dari sisi teknologi, Cornelius, Chief Technology Officer Fuomo memastikan bahwa Fuomo dibangun sebagai creator tools berbasis cloud yang scalable, stabil, dan aman. Infrastruktur ini dirancang untuk mendukung kreator dari berbagai level, baik yang baru memulai maupun yang sudah memiliki basis pendukung yang solid.
“Ke depannya, kami akan merilis fitur-fitur creator tools baru secara bertahap, termasuk analytics engine berbasis AI. Fitur ini memungkinkan kreator memahami performa penjualan, perilaku supporter, serta mengoptimalkan strategi monetisasi secara lebih presisi,” jelas Cornelius.
Dia menegaskan, Fuomo ingin dikenal sebagai tools monetisasi kreator berbasis cloud dan AI yang berorientasi pada pertumbuhan jangka panjang.
Dalam praktiknya, Fuomo menawarkan skema monetisasi yang transparan dan berpihak pada kreator: komisi 10% untuk penjualan konten digital dan 3% untuk dukungan langsung dari penggemar.
Chief Marketing Officer Fuomo Triyanto melihat bahwa banyak kreator lokal sebenarnya sudah memiliki konsistensi, namun belum memosisikan diri sebagai pelaku bisnis kreatif.
"Monetisasi tidak harus menunggu viral. Dengan tools yang tepat, langkah kecil pun bisa menghasilkan pendapatan nyata,” ujarnya.
(Dani Jumadil Akhir)