Ekspor Sawit Indonesia 2,75 Juta Ton, Melonjak 102 Persen di Desember 2025

Anggie Ariesta, Jurnalis
Selasa 03 Februari 2026 08:18 WIB
Ekspor Sawit Indonesia 2,75 Juta Ton, Melonjak 102 Persen di Desember 2025 (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan volume ekspor minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) mencapai sekitar 2,75 juta ton dengan nilai transaksi menyentuh USD2,79 miliar pada bulan Desember 2025.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, capaian tersebut mencerminkan lonjakan luar biasa sebesar 102,23 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (month-to-month).

"Pada Desember 2025, ini untuk CPO nilainya mencapai USD2.792,7 juta, dengan volume mencapai 2.753 ribu ton. Ini volumenya naik tinggi 102,3 persen mtm dan naik 66,80 persen secara yoy," ujar Ateng dalam rilis BPS, Senin (2/2/2026).

Ekspor CPO Indonesia

Secara kumulatif, nilai ekspor CPO Indonesia dari Januari hingga Desember 2025 menunjukkan pertumbuhan yang solid. Total nilai ekspor selama setahun penuh mencapai USD24,42 miliar, meningkat 21,83 persen dibandingkan realisasi tahun 2024 yang tercatat sebesar USD 20,05 miliar.

Peningkatan ini juga diikuti oleh kenaikan volume ekspor secara keseluruhan.

Total volume pengiriman CPO dan produk turunannya mencapai 23,61 juta ton, naik 9,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar 21,64 juta ton.

 

Catatan BPS soal Harga CPO

Meski volume dan nilai ekspor secara total tumbuh positif, BPS memberikan catatan terkait harga komoditas ini di pasar internasional. Ateng menggarisbawahi bahwa harga rata-rata CPO sepanjang tahun 2025 masih berada dalam tren koreksi akibat dinamika ekonomi global.

Berdasarkan data dari Bursa Malaysia Derivatives Exchange, harga CPO mengalami koreksi sebesar 8,87 persen. Pasar sawit terus dibayangi ketidakpastian skenario ekonomi serta kebijakan tarif global yang memicu fluktuasi tajam.

Sepanjang tahun, harga CPO bergerak sangat dinamis, menyentuh titik tertingginya pada level MYR 4.650 per ton, sementara titik terendahnya berada di posisi MYR 3.725 per ton.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya