Purbaya mengingatkan jajaran DJP bahwa mereka tidak bisa lagi menggunakan alasan perlambatan ekonomi jika target penerimaan tahun ini meleset. Dengan pertumbuhan ekonomi yang diprediksi semakin kuat, Purbaya mengaku akan sulit membela kinerja Kemenkeu di hadapan legislatif jika realisasi pajak tetap rendah.
"Jadi, ini misi kita, misi yang berat untuk pajak. Kalau kemarin Anda mencapainya di bawah target, saya bisa beralasan di depan DPR bahwa, karena ekonominya lambat. Tapi tahun ini kan nggak bisa lagi. Kalau sampai akhir tahun tax collection kita nggak membaik, padahal ekonominya tumbuhnya makin baik, saya akan digebukin DPR dan saya nggak bisa bertahan lagi," tegasnya.
Selain mengejar angka, fokus utama Purbaya adalah menindak tegas praktik-praktik ilegal yang merugikan pendapatan negara. Dia mengaku prihatin setiap kali Presiden menyinggung adanya kebocoran di sektor perpajakan dan kepabeanan dalam setiap rapat kabinet.
"Jangan sampai pula nanti Presiden masih mengumumkan hal-hal seperti ini. Dia bilang gini, ada kebocoran. Pajaknya ada under-invoicing di Bea Cukai dan perpajakan kita. Beliau mengungkapkan itu berkali-kali setiap meeting. Saya sedih ngelihatnya," pungkas Purbaya.
(Dani Jumadil Akhir)