Unilever Indonesia (UNVR) Raup Laba Capai Rp3,5 Triliun Sepanjang 2025, Naik 21,8 Persen

Anggie Ariesta, Jurnalis
Kamis 12 Februari 2026 11:26 WIB
Unilever Raup Laba (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih dari operasi yang masih berjalan (continuing operations) sebesar Rp3,5 triliun sepanjang tahun 2025, meningkat tajam 21,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan laba yang signifikan ini ditopang oleh penjualan bersih sebesar Rp31,9 triliun (tidak termasuk bisnis Es Krim dan Teh Sariwangi), atau naik 4,3 persen secara tahunan. Momentum positif ini dipicu oleh volume penjualan yang kuat pada kuartal keempat serta performa ekspor yang solid.

Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan buah dari transformasi struktural dan disiplin bisnis yang diterapkan sepanjang tahun.

“Hasil kinerja kami sepanjang tahun menunjukkan bahwa momentum pemulihan yang telah kami bangun terus menguat. Langkah-langkah disiplin dan perubahan struktural yang kami terapkan telah memberikan dampak yang berkelanjutan, tercermin dari pertumbuhan dan peningkatan profitabilitas," ujar Benjie Yap dalam keterangan resminya, Kamis (12/2/2026).

Kenaikan profitabilitas Perseroan didukung oleh fokus pada merek-merek unggulan (Power Brands). Enam belas merek utama, termasuk Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, dan Rinso, mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 9,1 persen dan berkontribusi terhadap 75 persen dari total penjualan perusahaan.

“Meskipun lingkungan bisnis akan tetap dinamis, kinerja ini memperkuat keyakinan bahwa kami berada di jalur yang tepat – membangun bisnis yang lebih kompetitif, lebih tangguh, dan lebih siap untuk meraih pertumbuhan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan di tahun-tahun mendatang,” tambah Benjie.

Dari sisi kesehatan keuangan, Unilever Indonesia mencatatkan performa yang sangat sehat dengan free cash flow sebesar Rp4,9 triliun, atau 1,7 kali lebih tinggi dari tahun lalu. Menariknya, Perseroan berhasil mempertahankan posisi utang di angka nol.

 

Jika mengikutsertakan hasil dari operasi yang dihentikan (discontinued operations) serta laba bersih dari penjualan bisnis Es Krim, total laba bersih Perseroan untuk tahun buku 2025 mencapai Rp7,6 triliun.

Unilever juga berhasil melakukan premiumisasi produk dan memperkuat kehadiran di saluran digital (D-Commerce) serta kategori Health & Beauty. Langkah strategis lainnya adalah melakukan divestasi pada bisnis es krim dan teh guna memfokuskan sumber daya pada kategori dengan potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih besar.

Menatap tahun 2026, Unilever tetap optimis meskipun memperkirakan adanya perlambatan sementara pada kuartal pertama akibat pola belanja Idul Fitri yang lebih awal. Fokus utama perusahaan tetap pada pertumbuhan volume yang melampaui tren pasar dan efisiensi rantai nilai.

“Kami memulai 2026 dengan keyakinan pada fondasi yang telah kami bangun dan fokus yang jelas untuk memberikan dampak. Prioritas kami adalah tetap disiplin, terus meningkatkan kinerja merek-merek kami, dan memperkuat cara kami menjalankan strategi di setiap kanal," tutup Benjie.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya