Trenggono menjelaskan, proyek pembangunan kapal yang dimaksud sebenarnya didanai anggaran kredit dari Inggris. Sementara itu, Indonesia memang berencana membangun 1.500 kapal ikan yang bekerja sama dengan Inggris.
"Yth Menteri Keuangan, supaya Anda paham dan cerdas, bahwa dana untuk pembangunan kapal tersebut bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK," tegas Trenggono.
Purbaya juga telah merespon mengenai masalah ini. Dia menegaskan bahwa mekanisme pencairan anggaran tetap melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"Iya tapi kan nanti lewat Menkeu juga," kata Purbaya kepada awak media di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Saat ditanya apakah dirinya telah mengecek informasi tersebut kepada jajarannya, Purbaya mengaku sudah melakukan pengecekan. Namun, ia membenarkan bahwa anggaran tersebut memang belum dicairkan.
"Sudah saya cek. Memang belum (dicairkan)," jelas Purbaya.