JAKARTA – Indonesia menghadapi tantangan dalam kesiapan pensiun, dengan sejumlah faktor yang mempengaruhi keputusan pekerja untuk melanjutkan karier setelah usia pensiun. Banyak individu yang bekerja lebih lama, baik sebagai pilihan untuk fleksibilitas dan kesejahteraan, maupun karena kebutuhan finansial yang mendesak.
Survei terbaru mengungkapkan bahwa hampir 77% responden memperkirakan mereka akan terus bekerja setelah pensiun, dengan sebagian besar mengaitkan hal tersebut dengan tekanan biaya hidup dan kebutuhan jangka panjang, sementara yang lainnya melakukannya sebagai pilihan untuk tetap aktif secara sosial dan mental.
Temuan ini menggarisbawahi kesenjangan yang meningkat dalam hal kesiapan pensiun dan kebutuhan mendesak akan perencanaan keuangan jangka panjang.
Indonesia kini tengah menghadapi perubahan demografi, dengan sekitar 30,9 juta penduduk memasuki usia 60+ pada 2023 (11,1% dari total populasi) dan diproyeksikan meningkat ke angka 64,9 juta pada 2050 (20,5% dari populasi). Perubahan ini, dikombinasikan dengan perencanaan pensiun yang kerap ditunda serta meningkatnya ketergantungan pada AI yang digunakan secara mandiri, berpotensi memperlebar kesenjangan kesiapan pensiun.
Survei ini menemukan bahwa mayoritas responden (77%) memperkirakan akan tetap bekerja setelah mencapai usia pensiun. Bagi sebagian orang, hal ini mencerminkan keinginan akan fleksibilitas dan kesejahteraan. Responden menyebut rasa memiliki tujuan dan pemenuhan diri (48%), menjaga hubungan sosial (48%), dan stimulasi mental (36%) sebagai alasan untuk tetap bekerja. Namun, bagi sebagian lainnya, hal ini mencerminkan tekanan finansial: 71% mengatakan mereka membutuhkan penghasilan tambahan untuk mendukung biaya hidup sehari-hari dan keamanan finansial jangka panjang.
“Kami melihat dua realitas yang berbeda. Bagi mereka yang siap, bekerja lebih lama bisa menjadi pilihan yang menawarkan fleksibilitas dan kebebasan. Sementara bagi yang lain, bekerja lebih lama mencerminkan tekanan keuangan yang dihadapi. Merencanakan pensiun lebih awal dan secara menyeluruh adalah penentu realitas mana yang akan dijalani,” ujar Presiden Direktur Sun Life Indonesia, Albertus Wiroyo, Sabtu (14/2/2026).
Dua realitas pensiun: pilihan bagi sebagian, kewajiban bagi yang lain Riset ini menunjukkan dua realitas pensiun yang berbeda: ‘Gold Star Planners’ yang siap secara finansial dan dapat memilih kapan serta bagaimana mereka mengurangi pekerjaan, dan ‘Stalled Starters’ yang menunda pensiun karena tidak bisa berhenti bekerja.