JAKARTA – Energi terbarukan menjadi salah satu langkah penting dalam upaya mengurangi ketergantungan pada LPG dan menurunkan emisi gas rumah kaca. Di Kabupaten Sukabumi, dikembangkan fasilitas biogas dan Solar Dryer House yang menjadi langkah konkret untuk mengolah limbah organik menjadi energi bersih dan memanfaatkan energi matahari untuk pengeringan hasil pertanian.
Teknologi ini tidak hanya mengurangi konsumsi energi fosil, tetapi juga mendukung pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Pengembangan tersebut dilakukan oleh Rumah Energi dan PT Insight Investment Management dalam usaha meluaskan cakupan wilayah desa energi.
Direktur Rumah Energi, Sumanda Tondang menjelaskan bahwa pendekatan teknologi tepat guna berbasis komunitas merupakan kunci keberlanjutan program.
“Biogas dan Solar Dryer House bukan sekadar infrastruktur, tetapi sarana pembelajaran bagi masyarakat tentang energi terbarukan, pengelolaan sampah, dan ekonomi sirkular. Ketika masyarakat terlibat sejak perencanaan hingga pengelolaan, dampaknya akan jauh lebih berkelanjutan,” jelasnya, Sabtu (14/2/2026).