Zulhas menegaskan, penguatan ekonomi desa melalui koperasi merupakan strategi untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan baru di daerah. Pemerintah optimistis model ini bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, tetapi juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional secara berkelanjutan.
Zulhas mengungkapkan hasil studi kasus implementasi Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yang menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal. Ia menyebut uji coba di Bantul mencatat pertumbuhan ekonomi desa mencapai sekitar 11–12 persen setelah koperasi berjalan.
Menurutnya, peningkatan tersebut terjadi karena Kopdes berperan sebagai pembeli utama (off-taker) produk warga desa, mulai dari hasil pertanian, peternakan, perikanan hingga UMKM. Dengan adanya kepastian pembeli, produsen desa tidak lagi bergantung pada rantai distribusi panjang yang selama ini menekan harga di tingkat petani dan pelaku usaha kecil.
"Kopdes ini bisa memberikan dampak yang sangat signifikan. Di Bantul itu memberikan dampak pertumbuhan kira-kira 11-12 persen pertumbuhan ekonomi desa itu," kata Zulhas.
(Feby Novalius)