JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan sejumlah tantangan dalam mewujudkan target Presiden Prabowo Subianto mencapai swasembada energi. Bahlil menilai swasembada energi bukan sekadar target administratif, melainkan rangkaian terobosan konkret.
Bahlil menegaskan bahwa upaya mencapai kemandirian energi harus dilandasi tindakan nyata dan inovasi teknologi. Dia mengingatkan bahwa ketergantungan pada importir adalah bukti kegagalan mendorong kemandirian secara serius.
"Teman-teman semua, jangan pernah kita bermimpi akan menjadi swasembada energi kalau tidak kita melakukan terobosan. Dan para impor (energi) ini adalah yang mendapatkan manfaat dari ketidakmampuan kita untuk bagaimana mendorong swasembada," jelas Bahlil dalam sambutannya pada acara Sidang Dewan Pleno DPP HIPMI, dikutip Senin (16/2/2026).
Bahlil menyoroti beberapa permasalahan teknis utama di sektor energi, misalnya jumlah sumur minyak bumi yang sudah menua sehingga lifting migas tidak maksimal.
"Sumur-sumur tua ini mau tidak mau kita harus intervensi lewat teknologi. Tidak ada cara lain dari total 39.000 sumur sampai 40.000 sumur kita itu yang beroperasi hanya 17.000 sampai 18.000 sumur. Selebihnya idle weld karena udah tua nah ini kita kerja samakan," jelasnya.