Terkait kesiapan angkutan penyeberangan secara nasional, Menhub menyebutkan bahwa Kementerian Perhubungan telah menyiapkan 255 unit kapal dengan kapasitas angkut 6,15 juta penumpang dan 770 ribu kendaraan melalui 15 lintas penyeberangan.
Sementara untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera, terdapat lima jalur penyeberangan yang tersedia, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu, dan PT Krakatau Bandar Samudera-Panjang sebagai contingency plan.
Kemudian diungkapkan Menhub, penerapan delaying system di sekitar kawasan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni tersebar di 10 titik buffer zone, baik di jalan tol maupun arteri.
"Penerapan buffer zone akan memanfaatkan sejumlah lokasi seperti terminal, area parkir, hingga rumah makan. Harapannya, selain dapat memecah kepadatan arus lalu lintas, penerapan delaying system ini juga bisa dimanfaatkan oleh pemudik untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan," ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Menhub juga meminta Pemprov Lampung untuk mengantisipasi kemacetan yang disebabkan oleh pasar tumpah yang berada di sejumlah lokasi, seperti Pasar Pringsewu, Pasar Natar, dan Plaza Bandar Jaya. Tak hanya itu, antisipasi juga perlu dilakukan pada sejumlah lokasi wisata, seperti Pantai Arang, Air Terjun Way Tebing Cepa, dan beberapa titik lainnya.
"Terkait pasar tumpah, perlu pengendalian dan pengaturan hambatan samping arus kendaraan di jalan nasional menuju dan sekitar Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Begitu pun di lokasi wisata, perlu disiapkan manajemen arus lalu lintas untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung selama masa libur Lebaran," tutur Menhub.
(Dani Jumadil Akhir)