BPKN Ungkap Cara Lindungi Konsumen dari Bahaya Galon Lama

Taufik Fajar, Jurnalis
Rabu 18 Februari 2026 05:26 WIB
Galon Lama (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini menyebut konsumsi air dari galon guna ulang berusia tua ibarat minum kimia. Hal itu disampaikan Novita dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panitia Kerja (Panja) Industri Air Minum dengan Kementerian Perindustrian pada Rabu 4 Februari 2026.

Di tengah kekosongan regulasi yang membatasi usia pakai galon guna ulang berbahan polikarbonat, tanggung jawab kini berada di tangan produsen. Sejumlah pakar dan lembaga perlindungan konsumen menyuarakan langkah-langkah konkret yang dapat segera diterapkan.

Terkait hal itu, Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) mendesak produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk beritikad baik menarik galon-galon tua dari peredaran tanpa menunggu paksaan hukum. 

Anggota BPKN, Fitrah Bukhari, menegaskan ini adalah seruan moral. 

“Secara moral, produsen punya tanggung jawab untuk menjaga kesehatan konsumen, apalagi air minum ini kan termasuk hajat hidup (orang banyak),” tegasnya dalam keterangan tertulisnya, Rabu (18/2/2025).

Desakan BPKN muncul setelah investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menemukan 57% galon yang beredar di Jabodetabek sudah berusia lebih dari 2 tahun, dan bahkan galon berusia 13 tahun masih dijual bebas di wilayah Bogor.

 

Sambil menunggu kesadaran produsen, konsumen juga diimbau untuk proaktif melindungi diri. 

Ketua KKI, David Tobing, menyerukan agar masyarakat tidak lagi pasrah saat menerima galon yang kondisinya sudah tidak layak.

“Konsumen itu mempunyai hak untuk memilih. Karena harganya sama, galon baru dan galon tua itu harganya sama. Jadi konsumen berhak menolak, minta yang baru,” ujar David.

David menjelaskan galon tua antara lain bisa dilihat dari tampilannya. Rata-rata galon tua itu sudah buram dan kusam. Kondisi ini juga menandakan penurunan kualitas plastik yang berpotensi melepaskan zat berbahaya ke dalam air minum.

“Karena lebih buram, lebih kusam, galon itu lebih berpotensi bahaya atau menimbulkan penyakit,” katanya.

Selain itu, langkah lain yang bisa dilakukan konsumen adalah memeriksa kode produksi yang biasanya tertera di bagian dasar galon. Dari kode tersebut, konsumen dapat mengetahui tahun pembuatan galon. 

Ahli polimer dari Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, menyarankan batas aman pemakaian galon guna ulang hanya sekitar 40 kali pengisian ulang atau setara satu tahun.  “Lebih dari itu, risiko migrasi BPA akan makin tinggi,” jelasnya. 

Dengan mengetahui usia galon, konsumen dapat memutuskan untuk menolak galon yang sudah melampaui batas tersebut. KKI dan BPKN berharap keberanian konsumen dalam menolak galon tua akan menekan peredaran galon tidak layak, sekaligus mendorong produsen untuk menjaga standar keamanan demi kesehatan masyarakat.

(Taufik Fajar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya