YLKI: Konsumen Banyak Ngadu soal Restrukturisasi Kredit

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 14:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 320 2341086 ylki-konsumen-banyak-ngadu-soal-restrukturisasi-kredit-OutIOD9d9E.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan konsumen pada tahun 2020 atau selama pandemi mengalami peningkatan. YLKI melaporkan ada 3.692 pengaduan dari masyarakat, jumlah itu naik secara signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 1.871 pengaduan.

YLKI mengungkapkan bahwa sektor jasa keuangan merupakan komoditas yang paling banyak diadukan selama pandemi. Setidaknya ada 7 masalah teratas yang diadukan oleh masyarakat.

Baca juga: 3.692 Pengaduan Konsumen Selama 2020, Banyak Ngadu Jasa Keuangan

Kepala Bidang Pengaduan YLKI Warsito Aji mengatakan dalam jasa keuangan masalah restrukturisasi menjadi yang paling banyak diadukan.

"Jasa keuangan di 2020 setidaknya ada 7 jenis laporan pengaduan. Terbanyak terkait restrukturisasi," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1/2021).

Baca juga: Pengaduan Konsumen 2 Sektor Ini Naik Tajam Selama Covid-19

Dalam paparannya, masalah restrukturisasi sebesar 34,4%. Disusul, pengaduan terkait pembobolan sebanyak 24,1%, administrasi 10,3%. Sementara cara penagihan, gagal bayar, masalah dokumen Dan pengaduan lainnya masing-masing sebesar 6, 89%.

Sementara untuk lembaga keuangan, ada 7 perbankan yang paling banyak dilaporkan oleh masyarakat. Di peringkat pertama ada bank BNI dan BRI yang masing - masing menerima 7 pengaduan.

"Untuk pelaku usaha itu BNI dan BRI paling banyak dilaporkan. Kita mencatat untuk BNI ada 7 pengaduan dan BRI ada 7 pengaduan," terangnya

Kemudian ada BTN dengan 4 pengaduan. Bank Mandiri sebanyak 3 pengaduan. Lalu, ada Bank Permata sebanyak 2 pengaduan. Sedangkan BPR, Bukopin, Bank Mega, Bank Danamon, BCA, Citibank itu masing-masing sebanyak 1 aduan saja.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini