3.692 Pengaduan Konsumen Selama 2020, Banyak Ngadu Jasa Keuangan

Ferdi Rantung, Jurnalis · Jum'at 08 Januari 2021 11:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 01 08 320 2340986 3-692-pengaduan-konsumen-selama-2020-banyak-ngadu-jasa-keuangan-NcQ3Z8xW6I.jpg Grafik Ekonomi (Foto: Okezone.com/Shutterstock)

JAKARTA – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat pengaduan konsumen pada tahun 2020 atau selama pandemi mengalami peningkatan. YLKI melaporkan ada 3.692 pengaduan dari masyarakat, jumlah itu naik secara signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebanyak 1.871 pengaduan.

Baca Juga: Sektor Perumahan Paling Banyak Diadukan Konsumen, Disusul Fintech

"Ada 3692 kasus pengaduan secara total pada 2020. Angka itu mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yang hanya 1871 pengaduan," Kata Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi, dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (8/1/2021).

Baca Juga: Kacau, 80% Konsumen Adukan Masalah Perumahan

Tulus mengungkapkan, karakter pengaduan konsumen pada tahun 2020, masih sama dengan 5 tahun ke belakang. Dimana, ada 5 konteks pengaduan yang menduduki peringkat teratas yaitu produk jasa keuangan sebesar 33,50%, e-commerce 12,70%, telekomunikasi 8,30%, kelistrikan 8,20% dan perumahan 5,70%.

"Pengaduan kelompok meningkat dari 1.308 menjadi 3.290 pengaduan, lalu individual menjadi 402 pada 2020," jelas Tulus.

Selain itu, selama pandemi pengaduan masyarakat terkait produk kesehatan juga meningkat. Pengaduan biasanya berkaitan dengan pengaduan tentang obat, produk vitamin dan alat kesehatan.

"Pengaduan yang dimaksud berkaitan dengan harga produk kesehatan yang melonjak, kelangkaan produk dan produk palsu," terangnya

Dia menambahkan, pengaduan pada 2020 rata - rata berkaitan dengan pandemi. terutama hal yang berkaitan dengan kebijakan yang diberikan oleh pemerintah, baik itu restrukturisasi, listrik dan transportasi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini