Sektor Perumahan Paling Banyak Diadukan Konsumen, Disusul Fintech

Ferdi Rantung, Jurnalis · Senin 10 Agustus 2020 14:19 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 10 470 2259795 sektor-perumahan-paling-banyak-diadukan-konsumen-disusul-fintech-4Ek6Sxw4By.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) dari 2017 hingga 2020 sektor industri perumahan menjadi sektor yang paling banyak diadukan oleh masyarakat. Berdasarkan data BPKN, masalah pengaduan perumahan berjumlah 2420 kasus, disusul oleh industri jasa keuangan 371 kasus dan e-commerce 185 kasus.

"Sektor Perumahan tertinggi, biasanya aduan terkait legalitas perumahan, fasum-fasos dll. Kalau Jasa Keuangan terkait fintech dan Investasi. Dan e-commerce terkait data bocor," kata Koordinator Komisi Advokasi Badan Perlindungan Konsumen Nasional atau BPKN Rizal E Halim dalam diskusi secara virtual, Senin (10/8/2020).

Baca juga: Angin Segar, Sri Muyani Bakal Subsidi Bunga KPR Tipe 70

Dia menjelaskan, dalam menyelesaikan masalah pengaduan dari masyarakat, pihaknya hanya bisa melakukan penataan di sektor hulunya. Dengan begitu maka penyimpangan bisa direduksi.

"Kita tidak bisa memegang satu persatu di sektor hilirnya (masyarakat) karena butuh tenaga dan dana yang besar. Untuk itu yang kita lakukan adalah penataan di sektor hulunya," terangnya.

Baca juga: Era Covid-19 Bikin Konsumen Lebih Cerdas Belanjakan Uang

Dia mencontohkan, salah satu kasus yang dilakukan penataan yaitu, penyelenggara umroh dan haji. BPKN merkomendasikan moratorium pemberian izin untuk ibadah umroh atau haji. Sehingga tidak sembarangan agen yang dapat menyelenggarakan kegiatan tersebut

"Jika hulu sudah dilakukan penataan maka masalah di hilir akan semakin sedikit," tandasnya.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini