Kacau, 80% Konsumen Adukan Masalah Perumahan

Fadel Prayoga, Jurnalis · Selasa 30 Juni 2020 13:05 WIB
https: img.okeinfo.net content 2020 06 30 320 2238751 kacau-80-konsumen-adukan-masalah-perumahan-zbMOMyRljK.jpeg Foto Rumah: Ilustrasi Shutterstock

JAKARTA - Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Ardiansyah Parman mengatakan, sebanyak 80% aduan yang dia terima selama ini berasal dari penjualan perumahan. Hal itu karena rumah merupakan kebutuhan yang sangat pokok seseorang, sehingga mereka kerap tergiur dengan berbagai tawaran yang ditawarkan oleh pihak pengembang.

“80% lebih itu di sektor perumahan. Karena banyak konsumen perumahan dirugikan oleh iklan, status tanah tapi ternyata sengketa,” kata Ardiansyah dalam Talk to iNews on Webinar bertajuk “Perlindungan Konsumen di Tengah Pandemi” Selasa (30/6/2020).

Baca Juga: Covid-19 Pukul Ekonomi Banyak Negara, Presiden Jokowi: Termasuk Negara Kita

Dia menjelaskan, seluruh jenis perumahan merupakan pasar yang kerap digunakan oleh para penipu untuk mengelabui para konsumennya. Dari mulai rumah tapak hingga yang menyasar tingkat elite, yaitu apartemen.

“Apakah itu rumah tapak, susun, apartemen sehingga banyak sekali yang diadukan ke BPKN,” kata dia.

Baca Juga: Sektor Manufaktur Turun, Menperin: Daya Beli Masyarakat Merosot

Menurut dia, banyak regulasi yang harus diperbaiki agar konsumen terlindungi dari para pelaku usaha yang nakal. Pihaknya akan memberikan imbauan ke pemerintah untuk segera merevisi aturan dalam melindungi konsumen dalam setiap transaksi.

“Yang lebih penting adalah pengawasan. Bila pengawasan tidak cukup maka akan terjadi pelanggaran. Tanggung jawab perlindungan konsumen adalah pemerintah,” kata dia.

(kmj)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini