JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali menguat pada awal perdagangan pekan depan. IHSG berpeluang melanjutkan penguatan pada pembukaan Senin, 23 Februari 2026.
IHSG ditutup terkoreksi pada akhir perdagangan Jumat (20/2/2026). IHSG melemah 0,3 persen dan berakhir di level 8.271 dengan masih didominasi tekanan jual.
Tim riset MNC Sekuritas memproyeksikan analisis teknikal menunjukkan peluang rebound lanjutan selama indeks mampu bertahan di atas level support penting.
"Best case, apabila IHSG mampu bertahan di atas 8.170, maka IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatannya untuk membentuk bagian dari wave (c) dari wave [x] ke rentang 8.440-8.503," kata MNC Sekuritas dalam MNCS Daily Scope, Minggu (22/2/2026).
Namun demikian, investor tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi lanjutan. MNC Sekuritas mengingatkan adanya peluang pelemahan ke area 8.059-8.119 apabila tekanan jual kembali meningkat.
"Namun, waspadai potensi koreksi ke 8.059-8.119," lanjutnya.
Untuk level support, IHSG berada di area 8.170 dan 8.025. Sementara itu, level resistance terdekat berada di kisaran 8.408 dan 8.596. Adapun beberapa saham yang direkomendasikan adalah sebagai berikut:
BIRD - Spec Buy
BIRD menguat 0,57 persen ke 1.750 dan masih didominasi oleh volume pembelian dengan kecenderungan mengecil. Selama masih mampu berada di atas 1.710 sebagai stoploss, posisi BIRD saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [i].
Spec Buy: 1.725-1.740
Target Price: 1.765, 1.785
Stoploss: below 1.710
BRMS - Buy on Weakness
BRMS menguat 0,47 persen ke 1.060 namun disertai dengan munculnya tekanan jual, pergerakannya pun belum mampu menembus MA20. Posisi BRMS diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave ii dari wave (c) dari wave [b].
Buy on Weakness: 985-1.035
Target Price: 1.120, 1.225
Stoploss: below 900