BRI Catat Laba Rp57,1 Triliun, Perkuat Dukungan ke Ekonomi Kerakyatan

Feby Novalius, Jurnalis
Kamis 26 Februari 2026 19:35 WIB
Direktur Utama BRI, Hery Gunardi di Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 . (Foto: Okezone.com/BRI)
Share :

Dari sisi Retail Funding & Transaction, BRI mengoptimalkan kanal digital untuk meningkatkan engagement dan volume transaksi di seluruh lini. Inisiatif tersebut dijalankan melalui berbagai program bagi merchant dan pengguna QRIS, serta perluasan penetrasi BRImo. Langkah ini berkontribusi pada peningkatan basis pengguna BRImo menjadi 45,9 juta atau tumbuh 18,9% YoY. Volume transaksi merchant BRI pun meningkat 48,1% YoY menjadi Rp223,2 triliun, didukung program seperti Merchant Lucky Ride.

Di segmen Consumer, ekspansi difokuskan pada payroll loan, penguatan KPR melalui kerja sama dengan developer tier-1, percepatan auto loan melalui sinergi dengan BRI Finance, serta pengembangan wealth management.

Sebagai bagian integral dari BRIVolution Reignite, fase transformasi ini turut diiringi penyegaran identitas korporasi melalui inisiatif corporate rebranding dengan semangat baru: “Satu Bank Untuk Semua” yang sukses dilaksanakan pada Desember 2025. Pembaruan ini merefleksikan komitmen BRI untuk tetap relevan, adaptif, dan hadir di setiap fase kehidupan masyarakat.

Dengan berbagai inisiatif transformasi, kinerja keuangan BRI hingga akhir 2025 menunjukkan tren pertumbuhan positif dan berkelanjutan. Total aset BRI tumbuh 7,2% YoY menjadi Rp2.135 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat meningkat 7,4% YoY menjadi Rp1.467 triliun, didorong pertumbuhan dana murah (CASA) yang terus menguat. Porsi dana murah ini juga menurunkan Cost of Fund (CoF) menjadi 2,9%, lebih baik dibanding 3,1% pada 2024.

Kredit BRI tumbuh 12,3% YoY menjadi Rp1.521 triliun, dengan fokus penyaluran kepada UMKM, melampaui pertumbuhan kredit perbankan nasional 9,6% sepanjang 2025. Rasio NPL tercatat 3,07%, sementara Loan at Risk (LaR) turun dari 10,7% menjadi 9,6%. Laba bersih tercatat Rp57,132 triliun.

Direktur Treasury & International Banking BRI, Faridha Thamrin, menyampaikan pertumbuhan aset selama 2025 didominasi oleh pertumbuhan kredit dan pembiayaan Rp167 triliun YoY, sebagian besar pada segmen UMKM. Strategi penguatan CASA terlihat dari pertumbuhan giro 19,7% YoY dan tabungan 7,9% YoY, mendorong rasio CASA 70,6%.

Likuiditas BRI solid dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) 91,4%, Capital Adequacy Ratio (CAR) 23,52%, dan kualitas aset terjaga dengan NPL 3,07% serta NPL Coverage 178,1%.

BRI juga memperkuat bisnis mikro dan sinergi dengan Holding Ultra Mikro (UMi), yang hingga akhir 2025 menjangkau 34,5 juta debitur aktif, 187 juta rekening simpanan mikro, serta 17,1 ton simpanan emas. Sebanyak 1,4 juta debitur naik kelas, tumbuh 11,82% YoY.

Dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan, BRI membina lebih dari 5 ribu desa melalui Desa BRILIaN, 42 ribu klaster usaha melalui KlasterkuHidupku, serta lebih dari 14,9 juta UMKM memanfaatkan platform LinkUMKM. BRILink Agen mencapai 1,1 juta agen, tersebar di 66 ribu desa, dengan volume transaksi Rp1.746 triliun.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya