"Nilai impor barang konsumsi naik 11,81 persen, nilai impor bahan baku atau penolong sebagai pendorong utama kenaikan impor ini naik 14,67 persen dengan andil 10,61 persen, impor barang modal naik cukup besar 35,32 persen," ungkap Ateng.
Jika dilihat menurut negara dan kawasan tujuan asal impor, peningkatan nilai impor non migas terjadi dengan China, Australia, Jepang dan Amerika Serikat yang memberikan andil 54,92 persen.
(Taufik Fajar)