Dia menilai, keberhasilan China dalam membangun ekonominya juga tidak lepas dari peningkatan infrastruktur. Sehingga pertumbuhan industri menjadi lebih cepat, ekspansi perusahaan juga makin mudah karena keterhubungan antar wilayah saling terbangun.
"Karena China berhasil karena infrastrukturnya. Jadi kalau Pak Prabowo, kita lihat, anggaran infrastruktur itu ada di urutan keempat (setelah BGN, Kementerian Pertahanan, dan Polri)," katanya.
Rudiyanto mengatakan kondisi penurunan kepercayaan investor asing terhadap RI, berdampak pada dollar index (DXY) terhadap mata uang rupiah. Pada 2 era presiden sebelumnya, ketika dollar index naik, maka posisi rupiah cenderung berada di rentan level Rp14-15 ribu, sementara ketika dollar indeks turun, rupiah akan menguat.
"Tetapi kalau kita lihat di 2025 ini, DXY turun Rupiahnya malah naik (melemah terhadap dollar), kenapa, orang merasa rupiah bermasalah. Sehingga ketika dolar melemah, Rupiah kita pun tetap ke atas," kata Rudiyanto.
"Penyebabnya, anggaran Pemerintah, menurut orang asing, kok begini ya. Harusnya kamu beresin infrastruktur dulu," pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)