Menurutnya, pelemahan Rupiah juga terjadi di tengah kondisi di mana beberapa mata uang negara lain justru menguat terhadap dolar AS. Hal tersebut, kata dia, menunjukkan adanya tekanan pada fundamental ekonomi domestik.
Selain itu, ia menilai dinamika geopolitik global juga dapat memperburuk tekanan terhadap perekonomian Indonesia. Ia menyinggung konflik yang melibatkan Iran yang berpotensi menambah beban terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lebih lanjut, Ferry menekankan bahwa kebijakan ekonomi pada dasarnya merupakan soal pilihan di tengah keterbatasan anggaran. Pemerintah, menurutnya, harus menentukan prioritas yang paling optimal dalam penggunaan anggaran negara.
"Yang namanya ekonomi, it is a matter of choice. Kita punya budget constraint, nggak bisa enak-enak membeli ini dan membeli itu, membiayai ini dan membiayai itu, semua ada constraint-nya. Dalam budget constraint itu kita harus memilih yang optimal," jelas Ferry.
(Feby Novalius)