RI-China Teken MoU Kembangkan Pabrik Es, Cold Storage dan Galangan Kapal untuk Koperasi Desa

Feby Novalius, Jurnalis
Jum'at 13 Maret 2026 11:01 WIB
Kemenkop menandatangani MoU dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center. (Foto: Okezone.com/Kemenkop)
Share :

JAKARTA - Kementerian Koperasi (Kemenkop) menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan China-Shanghai Cooperation Organization Economic and Trade Exchange Center atau SCO-ETEC (Pusat Pertukaran Ekonomi dan Perdagangan Organisasi Kerja Sama China-Shanghai Organisasi Kerja Sama Shanghai) terkait penguatan ekosistem industri perikanan dan ekonomi rakyat berbasis koperasi di Jakarta. 

Terdapat enam jenis nota kesepahaman (MoU/ Memorandum of Understanding) yang dilakukan kedua belah pihak dimana semuanya terkait dengan upaya mengoptimalkan keberadaan koperasi dalam rangka meningkatkan potensi ekonomi di sektor perikanan dan kemaritiman. 

Keenam jenis MoU tersebut yaitu Mou Pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya Untuk Koperasi, MoU Proyek Pabrik Es dan Cold Storage Berbasis Koperasi, MoU pengembangan Gudang Ikan Modern, MoU Pemberdayaan Galangan Kapal Yang Dikelola Oleh Koperasi, MoU Pembentukan dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Serta Pengembangan Usaha Koperasi di Sektor Perikanan, kemudian MoU Sinergi Pengembangan dan Pemberdayaan Koperasi di Kawasan Perikanan.

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menjelaskan, penandatangan kerja sama tersebut tindak lanjut dari kesepakatan di berbagai sektor khususnya di sektor ekonom antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Xi Jinping di tahun lalu. Kerja sama di sektor ekonomi tersebut fokus pada pengembangan sektor perikanan dan kemaritiman melalui koperasi.

“Kesepakatan yang kami lakukan adalah khususnya dalam rangka pengembangan potensi sektor perikanan dan kelautan, didalamnya termasuk pembangunan industri pendukung bagi sektor kelautan dan perikanan,” kata Menkop, Jumat (13/3/2026). 

SCO-ETEC bersama mitra perusahaan dari Tiongkok akan mendukung pembangunan fasilitas vital seperti pabrik es batu, cold storage, galangan kapal, hingga pembangkit listrik tenaga surya skala mini terutama yang akan dikelola oleh Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih. 

Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar dengan lebih dari dua pertiga wilayah berupa lautan. Di sisi lain sektor perikanan memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung ketahanan pangan, memperkuat ekonomi nasional, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Namun demikian, Indonesia dihadapkan pada kondisi kemiskinan yang ekstrim terutama di wilayah-wilayah pesisir yang merupakan area lumbung pangan berbasis maritim. Oleh karena itu perlu ada upaya keberlanjutan untuk mengoptimalkan potensi sumber daya alam tersebut agar permasalahan kemiskinan dapat dihilangkan

"Dengan penandatanganan ini kita harapkan bisa meningkatkan potensi kapasitas perikanan dan sekaligus mengurangi bahkan menghilangkan kemiskinan di desa pesisir terutama para nelayan di Indonesia,” tegasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya