Harga Minyak Bisa Tembus USD100, Bahlil Sebut APBN Masih Kuat Biayai Subsidi

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Rabu 18 Maret 2026 12:45 WIB
Menteri ESDM Bahlil (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan lonjakan harga minyak dunia hingga menyentuh level USD100 per barel masih berada dalam koridor Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pemerintah pun memastikan tetap mampu mengelola dampaknya, termasuk menjaga stabilitas subsidi energi.

Bahlil menjelaskan, asumsi harga minyak dalam APBN saat ini berada di kisaran USD70 per barel. Namun demikian, pemerintah telah memperhitungkan ruang fleksibilitas apabila harga minyak global mengalami kenaikan signifikan akibat dinamika geopolitik.

"Kalau harga sampai USD100, insyaallah masih dalam koridor APBN, masih bisa kita exercise. Tapi ini masih dalam pembahasan," ujar Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Rabu (18/3/2026).

Ia menegaskan, prioritas utama pemerintah adalah memastikan ketersediaan energi dalam negeri tetap terjaga. Pasokan bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga solar harus tersedia agar tidak terjadi kelangkaan di tengah masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga memastikan akan tetap hadir melalui skema subsidi untuk menjaga daya beli masyarakat. Besaran subsidi ke depan akan disesuaikan dengan perkembangan harga minyak global dan situasi geopolitik.

"Yang penting stok semuanya harus ada, supaya tidak ada kelangkaan di Indonesia. Menyangkut harga, negara akan tetap hadir untuk subsidi," katanya.

Di tengah ketidakpastian global, Bahlil mengakui pemerintah tidak dapat memprediksi seluruh dinamika yang terjadi, terutama terkait konflik geopolitik yang memengaruhi pasar energi dunia. Namun, pemerintah telah menyiapkan strategi jangka pendek, menengah, dan panjang untuk menjaga ketahanan energi nasional.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya