Deretan Saham Terkuat dan Terlemah Pekan Ini di Tengah Tekanan IHSG

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Jum'at 03 April 2026 14:40 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham dengan kenaikan dan penurunan terdalam selama periode 30 Maret hingga 2 April. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 10 saham dengan kenaikan dan penurunan terdalam selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026, di tengah perdagangan yang menunjukkan volatilitas tinggi.

Pada jajaran top gainers, Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) memimpin dengan lonjakan 118,90 persen, dari Rp635 menjadi Rp1.390 per saham. Kenaikan signifikan juga terjadi pada Chemstar Indonesia Tbk (CHEM) yang melonjak 63,10 persen ke Rp137, serta MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) menguat 60,58 persen ke Rp835.

Selain itu, saham Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) naik 57,39 persen ke Rp905, Asia Pramulia Tbk (ASPR) menguat 44,26 persen ke Rp264, sementara VERN dan BLES masing-masing naik 27,45 persen dan 25,20 persen ke Rp264 dan Rp130.

Di sisi lain, tekanan tajam terjadi pada kelompok top losers. Saham Remala Abadi Tbk (DATA) tercatat turun terdalam 39,94 persen, dari Rp3.630 menjadi Rp2.180. Disusul PP Presisi Tbk (PPRE) yang melemah 38,69 persen ke Rp103, dan Trimitra Prawara Goldland Tbk (ATAP) turun 32,94 persen ke Rp456.

Penurunan juga dialami saham Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT) sebesar 27,56 persen ke Rp92, Sat Nusapersada Tbk (PTSN) turun 20,63 persen ke Rp300, serta LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) terkoreksi 19 persen ke Rp98.

Secara keseluruhan, distribusi pergerakan saham menunjukkan kecenderungan beragam. Sebanyak 335 saham mengalami kenaikan lebih dari 2 persen, sementara 203 saham turun lebih dari 2 persen. Sisanya bergerak terbatas atau stagnan.

Kinerja pasar saham Indonesia selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 ditutup melemah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat turun 0,99 persen ke 7.026,782 pada perdagangan Kamis (2/4/2026), dibanding posisi pekan sebelumnya di 7.097,057 pada 27 Maret.

 

Dari sisi aktivitas perdagangan, rata-rata nilai transaksi harian anjlok 36,69 persen menjadi Rp14,77 triliun, dari pekan sebelumnya Rp23,32 triliun. Volume transaksi juga turun 8,62 persen menjadi 25,87 miliar saham. Sebaliknya, frekuensi transaksi justru meningkat tipis 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali per hari, mencerminkan aktivitas pasar yang tetap ramai meski nilai transaksi menyusut.

Secara total selama sepekan, volume perdagangan mencapai 103,47 miliar saham dengan nilai transaksi Rp59,08 triliun dan frekuensi transaksi 7,12 juta kali. Kapitalisasi pasar turun 1,69 persen menjadi Rp12.305 triliun, dari sebelumnya Rp12.516 triliun.

Tekanan di pasar juga terlihat dari aksi jual bersih investor asing yang mencapai Rp2,95 triliun. Sepanjang pekan, investor asing mencatatkan nilai beli Rp21,82 triliun dan nilai jual Rp24,76 triliun.

(Feby Novalius)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya