JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan perkembangan rencana untuk menarik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Rencananya, PNM akan dikelola sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Kementerian Keuangan dengan visi transformasi menjadi bank khusus yang berfokus pada penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Purbaya menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengefisiensikan anggaran subsidi bunga KUR yang selama ini disalurkan melalui perbankan komersial.
“Saya sedang propose ke Danantara, PNM kasih ke saya (ke Kementerian Keuangan), nanti saya akan jadikan PNM itu penyalur KUR,” ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR, Senin (6/4/2026).
Purbaya menyoroti beban anggaran subsidi bunga KUR yang mencapai Rp40 triliun setiap tahunnya. Dengan membentuk bank sendiri di bawah PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP), pemerintah ingin mengubah dana subsidi yang sebelumnya "hilang" menjadi dana bergulir yang produktif.
“Kalau KUR yang lewat bank-bank itu kan, saya bayar bunga sampai 18 persen. Uangnya hilang setiap tahun Rp40 triliun. Analogi saya gini, yaudah, ini saya ambil ke tempat saya, saya jadikan bank, setiap tahun saya setor Rp40 triliun ke dia (PNM). Jadi anggaran saya nggak bertambah, tapi dia meminjamkan sebagai dana bergulir, dengan bunga murah. Jadi Rp40 triliunnya nggak hilang,” katanya.
Purbaya memproyeksikan, jika suntikan dana tersebut dilakukan secara konsisten selama empat hingga lima tahun, PNM akan memiliki kekuatan permodalan hingga Rp200 triliun.
Visi jangka panjang dari pengambilalihan ini adalah menciptakan lembaga keuangan mikro yang tidak hanya menyediakan modal, tetapi juga pendampingan menyeluruh bagi pelaku usaha kecil.
“Itu sudah bank besar. Nanti setelah itu, kita akan rubah itu menjadi bank UMKM, dan nanti saya bangun juga ekosistem yang mendukung pengembangan UMKM secara integrasi, ada penasehatnya, ada pelatihannya, ada pemasarannya, ada penjamin kreditnya, dan lain-lain,” ungkap Purbaya.
Meski proses negosiasi dengan Danantara masih berjalan, Purbaya mengaku telah mengantongi lampu hijau dari Presiden Prabowo Subianto untuk menjalankan rencana ini. Dia secara resmi meminta dukungan dari Komisi XI DPR RI guna merealisasikan komitmen tersebut.
“Saya sudah lapor ke Presiden, dia bilang, kalau bagus jalankan saja. Tapi kita masih berunding dengan Danantara,” kata dia.
(Dani Jumadil Akhir)