"Walaupun sudah ada beberapa permintaan dari negara lain, tapi biasanya isunya itu adalah terkait dengan bahasa, ya misalnya di Jerman, di Turki, di Taiwan, dan seterusnya," tuturnya.
"Dan ini sekali lagi menjadi salah satu solusi terkait dengan bagaimana kita membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi angkatan kerja Indonesia," kata dia melanjutkan.
(Taufik Fajar)