Proyek Waste to Energy Digarap China, Iuran Sampah Warga Bakal Dihapus

Iqbal Dwi Purnama, Jurnalis
Kamis 09 April 2026 20:22 WIB
Proyek Waste to Energy (WtE) disebut berpotensi membuat masyarakat tidak perlu lagi membayar iuran sampah bulanan. (Foto: Okezone.com/Freepik)
Share :

Sebelumnya, Danantara telah menetapkan delapan perusahaan yang memenangkan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Waste-to-Energy (WtE). Sebanyak enam perusahaan berasal dari China dan dua perusahaan dari Prancis serta Jepang.

Enam perusahaan asal China tersebut antara lain Chongqing Sanfeng Environment Group Co., Ltd, Wangneng Environment Co., Ltd, Zhejiang Weiming Environment Protection Co. Ltd, SUS Indonesia Holding Limited, China Conch Venture Holding Limited, dan PT Jinjiang Environment Indonesia.

Sementara itu, perusahaan lainnya adalah Veolia Environmental Services Asia Pte Ltd (Prancis) dan Mitsubishi Heavy Industries Environmental and Chemical Engineering (Jepang).

Rohan menjelaskan, selama ini iuran sampah diperlukan karena pemerintah daerah harus membayar sewa lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA), serta biaya pengangkutan sampah menggunakan truk dari tingkat kelurahan.

“Sampah dikumpulkan di kelurahan, diangkut truk Pemda, lalu dibawa ke Bantar Gebang untuk dibuang di lahan sewaan. Sewa ini yang membuat masyarakat dikenakan iuran sekitar Rp10.000–Rp15.000 per rumah tangga,” jelasnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya