JAKARTA - Restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah selesai dan akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Proses penyelesaian telah mencapai tahap final setelah dilakukan pembahasan bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Sementara itu, ada opsi Kereta Cepat Whoosh akan diambil alih oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Skema ini diambil menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah Kereta Cepat Whoosh.
Berikut ini Okezone rangkum fakta-fakta restrukturisasi utang Kereta Cepat Whoosh hingga opsi diambil alih Kemenkeu, Jakarta, Minggu (12/4/2026).
Kepala Badan Pengelola (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengatakan, restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Whoosh telah selesai dan akan segera diumumkan. Hal ini dilakukan setelah rampungnya pembahasan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
"Whoosh juga akan segera selesai dengan Pak Menkeu. Mungkin Insyaallah dalam minggu depan, saya dan Pak Menkeu atau minggu depan atau dua minggu lagi akan ketemu dan juga dengan teman-teman wartawan, dengan Pak Menkeu untuk menyampaikan penyelesaian dari Whoosh yang sudah selesai, sudah final ya," kata Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa 7 April 2026.
Seluruh kajian terkait restrukturisasi utang telah diselesaikan dan telah dicapai kesepakatan antara pihak terkait. Saat ini, kata dia, proses tinggal memasuki tahap formal seperti penandatanganan dokumen, yang nantinya juga akan diinformasikan secara terbuka.
"Tadi saya berdiskusi dengan Pak Menkeu juga. Dan sudah ada kesepakatannya. Sudah selesai semua kajian dan lain sebagainya. Tinggal kita akan ada proses formalnya ya. Ada signing dan sebagainya. Yang nanti teman-teman wartawan akan diundang," kata dia.
Dony menyatakan pemerintah berfokus pada penyelesaian masalah secara menyeluruh tanpa memperdebatkan penyebab masa lalu. Upaya tersebut diarahkan untuk memperbaiki kesehatan perusahaan BUMN serta memperkuat tata kelola ke depan.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan penyelesaian restrukturisasi utang Whoosh telah ditetapkan, namun belum dapat diumumkan secara rinci karena melibatkan berbagai pihak. Dia memastikan seluruh keputusan sudah final dan tinggal menunggu waktu untuk disampaikan kepada publik.
"Pokoknya sudah putus, sudah selesai cuma tinggal formalitasnya tapi kan saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat nanti akan diumumkan tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya," kata Purbaya.
"Sudah selesai, sudah diputuskan. Nanti diumumkan begitu waktunya, pada saatnya," kata Purbaya.
Terkait operasional, Kepala BP BUMN menambahkan pengelolaan kereta cepat tetap berada di PT Kereta Api Indonesia (KAI). Adapun terkait struktur kepemilikan dan pendanaan akan dijelaskan lebih lanjut saat pengumuman resmi.
"Nah ini nanti akan kita sampaikan. Kan nggak surprise lagi nanti saya dan Pak Menkeu tentunya akan barengan untuk menyampaikan kepada publik mengenai proses penyelesaian ini. Tapi yang pasti buat teman-teman sekalian penyelesaiannya sudah segera akan kita tandatangani dan kita bereskan," kata Dony.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan bahwa layanan kepada masyarakat tidak akan terganggu, bahkan diharapkan semakin baik setelah adanya kejelasan struktur pendanaan proyek kereta cepat tersebut.
"Dan yang paling penting adalah layanan kepada publik tidak terganggu dan justru akan menjadi semakin baik, sehingga dengan kejelasan mengenai struktur pendanaan daripada kereta api cepat kita," ujar dia.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa juga buka-bukaan soal opsi Kereta Cepat Whoosh diambil alih Kemenkeu. Menurut Purbaya, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan Danantara untuk penyelesaian masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.
"Anda kata dari siapa? Rapatnya sudah putus,” kata Purbaya.
Purbaya menjelaskan, sudah memiliki keputusan terkait penyelesaian Whoosh dan semua akan diumumkan pada waktunya. “(Pembahasannya) sudah selesai, tinggal formalitas, tapi saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat, itu nanti akan diumumkan mungkin. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya,” ujar dia.
Sementara itu, Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga buka suara soal adanya opsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola Kereta Cepat Whoosh.
Dony menyebutkan, skema KCIC diambil Kemenkeu menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.
"Iya, kemungkinan, ini sedang kita, insya Allah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," kata Dony.
Dony menerangkan, maksimal dua bulan semua opsi penyelesaian masalah kereta cepat selesai dibahas dan berbuah keputusan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kementerian Keuangan.
"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," ujar Dony.
Sementara itu, terkait konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC yang terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah seperti PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN, Dony enggan menjelaskan akan menjadi seperti apa.
Dia menekankan pemerintah akan membuat semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing. Dia mencontohkan WIKA yang masuk dalam konsorsium tersebut akan fokus hanya pada urusan usaha kontraktor, tak lagi mengurus urusan kereta cepat.
"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas," jelas Dony.
(Dani Jumadil Akhir)