Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Purbaya soal Kemenkeu Ambil Alih Kereta Cepat Whoosh

Dani Jumadil Akhir , Jurnalis-Rabu, 08 April 2026 |07:12 WIB
Purbaya soal Kemenkeu Ambil Alih Kereta Cepat Whoosh
Purbaya soal Kemenkeu Ambil Alih Kereta Cepat Whoosh (Foto: Kemenkeu)
A
A
A

JAKARTA - Penyelesaian persoalan restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah selesai dan akan segera diumumkan kepada publik dalam waktu dekat. Ada opsi Kereta Cepat Whoosh akan diambil alih oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa buka-bukaan soal hal tersebut. Menurut Purbaya, sejauh ini pihaknya sudah melakukan pembahasan dengan Danantara untuk penyelesaian masalah Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Anda kata dari siapa? Rapatnya sudah putus,” kata Purbaya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Purbaya menjelaskan, sudah memiliki keputusan terkait penyelesaian Whoosh dan semua akan diumumkan pada waktunya. “(Pembahasannya) sudah selesai, tinggal formalitas, tapi saya belum bisa umumin karena bukan saya sendiri yang terlibat, itu nanti akan diumumkan mungkin. Tapi sudah clear itu seperti apa nanti pengelolaannya,” ujar dia.

Danantara soal Kemenkeu Ambil Alih Whoosh

Sementara itu, COO BPI Danantara yang juga Kepala BP BUMN, Dony Oskaria buka suara soal adanya opsi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengambil alih PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC), konsorsium yang mengelola Kereta Cepat Whoosh. 

Dony menyebutkan, skema KCIC diambil Kemenkeu menjadi salah satu opsi yang dibahas pemerintah untuk menyelesaikan masalah pada Kereta Cepat Jakarta-Bandung tersebut.

"Iya, kemungkinan, ini sedang kita, insya Allah mudah-mudahan sebentar lagi selesai, kita pikirin satu-satu kan. Ada beberapa skema tentunya, nanti saya akan update karena kalau sekarang belum final kita update nanti takut rame lagi," kata Dony kepada wartawan.

Dony menerangkan, maksimal dua bulan semua opsi penyelesaian masalah kereta cepat selesai dibahas dan berbuah keputusan. Termasuk opsi ambil alih KCIC oleh Kementerian Keuangan.

"Masih ada beberapa opsi pokoknya. Semua penyelesaian itu, jadi apakah opsi A, Opsi B, tapi 1-2 bulan ini akan selesai," ujar Dony.

Sementara itu, terkait konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dalam KCIC yang terdiri dari beberapa perusahaan pelat merah seperti PT KAI, PT WIKA, PT Jasa Marga, hingga PTPN, Dony enggan menjelaskan akan menjadi seperti apa.

Dia menekankan pemerintah akan membuat semua BUMN bekerja sesuai porsi dan keahliannya masing-masing. Dia mencontohkan WIKA yang masuk dalam konsorsium tersebut akan fokus hanya pada urusan usaha kontraktor, tak lagi mengurus urusan kereta cepat.

"Itu kita beresin sekalian, kan kita maunya sekali selesai tuntas semua kita kembalikan lagi ke porsinya, misalnya WIKA memang bukan bidangnya di situ kita akan fokus ke kontraktor. Nanti satu per satu kita bereskan. Kita maunya semua yang diselesaikan tuntas," jelas Dony.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement