Rully juga menyoroti nilai tukar rupiah yang masih rentan di kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100 per dolar AS. Menurutnya, potensi keluarnya dana asing (capital outflow) masih terbuka lebar mengingat kondisi fiskal yang melebar.
“Pergerakan rupiah masih berpotensi berada pada kisaran Rp16.900 hingga Rp17.100, sementara risiko capital outflow tetap terbuka,” tambahnya.
Selain isu geopolitik, investor pada pekan ini akan mencermati risiko struktural dalam negeri, salah satunya defisit APBN yang merangkak naik ke posisi 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Faktor eksternal yang tak kalah krusial adalah rencana peninjauan (review) indeks MSCI pada 12 Mei 2026 mendatang. Hasil peninjauan ini diprediksi akan menjadi penentu utama arah aliran dana manajer investasi asing di pasar modal Indonesia dalam beberapa pekan ke depan.
(Feby Novalius)