JAKARTA - Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyatakan akan ada gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran dalam tiga bulan ke depan.
PHK tersebut dipicu dampak perang Amerika Serikat (AS)-Israel vs Iran.
Sebab, perang tersebut mulai memberi tekanan terhadap sektor industri nasional melalui kenaikan biaya energi, khususnya bahan bakar minyak (BBM) untuk kebutuhan industri.
Berikut fakta-fakta sinyal PHK besar-besaran yang dirangkum Okezone, Senin (13/4/2026).
Hal ini menurut Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal, lonjakan harga energi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi perusahaan sehingga mendorong langkah efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK).
"PHK itu bukan lagi ancaman, tapi sudah di depan mata. Banyak perusahaan sudah memberi sinyal akan melakukan efisiensi," ujarnya sebagaimana dikutip dari keterangan resmi Jakarta.