Lebih lanjut, Yofi menekankan bahwa seluruh proses pengelolaan FABA dilaksanakan mengacu pada dokumen lingkungan yang telah disetujui serta regulasi nasional yang berlaku. “Kami juga melakukan pemantauan kualitas udara ambien dan parameter lingkungan lainnya secara berkala untuk memastikan seluruh operasional tetap memenuhi baku mutu yang ditetapkan,” ujarnya.
Dalam kondisi tertentu dan melalui proses yang memenuhi persyaratan, material ini dapat dimanfaatkan kembali (reuse) maupun didaur ulang (recycle) sebagai bahan pendukung dalam berbagai kebutuhan industri.
Dalam implementasinya, IWIP memanfaatkan FABA sebagai bahan baku alternatif untuk produk konstruksi seperti batako, paving block, conblock, serta sebagai bahan substitusi dalam campuran beton. Pemanfaatan ini digunakan pada berbagai pembangunan infrastruktur internal perusahaan, seperti fasilitas olahraga karyawan, taman, akomodasi, jalur pedestrian, serta kegiatan pemeliharaan lainnya.
“Melalui penerapan teknologi serta pengelolaan yang berkelanjutan, IWIP berupaya memastikan bahwa potensi dampak FABA dapat dikendalikan sekaligus mendukung operasional industri yang bertanggung jawab terhadap lingkungan,” pungkasnya.
(Dani Jumadil Akhir)