Siap-Siap, Harga Emas dan Minyak Meroket Pekan Depan

Anggie Ariesta, Jurnalis
Minggu 26 April 2026 12:32 WIB
Siap-Siap, Harga Emas dan Minyak Meroket Pekan Depan (Foto: Freepik)
Share :

JAKARTA - Harga emas dan minyak mentah dunia diprediksi naik pada perdagangan pekan depan di akhir April 2026.  Kombinasi dari eskalasi geopolitik di Timur Tengah, transisi kepemimpinan di Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) serta kebijakan luar negeri Presiden Donald Trump menjadi faktor penentu fluktuasi harga emas dan minyak mentah dunia.

Pengamat pasar uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyoroti bahwa ketegangan di Selat Hormuz yang memicu penutupan jalur distribusi energi oleh Iran telah mendorong harga minyak melambung tinggi dan berdampak langsung pada inflasi global.

“Nah Iran sendiri ya mengatakan bahwa siap untuk perang. Artinya apa? Minggu depan ini, akhir pekan, akhir bulan April ini cukup krusial. Apakah akan terjadi perang atau akan terjadi perdamaian di wilayah Timur Tengah. Kejadian di Timur Tengah ini cukup menonjol karena berhubungan dengan Selat Hormuz,” ujar Ibrahim dalam analisisnya, Minggu (26/4/2026).

Harga emas dunia yang ditutup pada level USD4.708 per troy ons diperkirakan masih memiliki ruang penguatan yang lebar. Ibrahim memproyeksikan jika tensi geopolitik terus memanas, harga emas bisa melesat ke level resistensi USD4.779 per troy ons yang akan mendorong harga logam mulia domestik ke kisaran Rp2.865.000 per gram.

Sebaliknya, jika terjadi pendinginan suasana, level dukungan (support) pertama berada di USD4.651 per troy ons atau setara Rp2.800.000 per gram untuk harga logam mulia.

"Apa yang mempengaruhi logam mulia emas dunia? Harga minyak, kemudian indeks dolar berfluktuasi. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi. Yang pertama adalah faktor geopolitik. Kemudian yang kedua perpolitikan di Amerika. Kemudian yang ketiga kebijakan bank sentral. Kemudian yang keempat adalah supply and demand," jelasnya.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya