Pada segmen energi terbarukan, PLTM (Mini Hydro) berkapasitas 6 MW telah beroperasi secara penuh dan memberikan kontribusi pendapatan sebesar USD3,2 juta. Sementara itu, proyek PLTS Terapung berkapasitas 46 MWp telah mencapai progres pembangunan dengan target penyelesaian operasional pada kuartal keempat tahun 2026.
Segmen kendaraan listrik melalui Electrum juga menunjukkan tren kenaikan yang kuat, di mana pendapatan dari penjualan dan penyewaan tumbuh hampir 2,5 kali lipat sebesar 137,82% dari USD1,3 juta menjadi USD3,2 juta. Pertumbuhan nilai ini didukung oleh ekspansi operasional yang signifikan, terlihat dari jumlah unit motor listrik yang beroperasi meningkat dari 5.100 unit pada Maret 2025 menjadi 9.082 unit pada Maret 2026.
Untuk melayani kebutuhan pengguna yang terus berkembang, Electrum juga telah memperkuat infrastruktur pendukung dengan menyediakan 426 unit stasiun pertukaran baterai (Battery Swapping Stations) dan mengalami peningkatan 37% dibandingkan dengan 310 unit pada tahun lalu.
Di segmen batu bara, TBS memprioritaskan efisiensi dengan menekan biaya operasional tunai sebesar 5,8% menjadi USD42,5 per ton. Langkah optimasi ini terbukti efektif menjaga resiliensi bisnis di tengah fluktuasi harga pasar, sehingga margin laba kotor pertambangan tetap terjaga secara stabil di angka 15,8% pada kuartal pertama ini. Juli lebih jauh menegaskan,
“Capaian pada kuartal I 2026 ini merupakan bagian dari peta jalan TBS untuk menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan. Dengan posisi kas sebesar USD103,3 juta dan manajemen modal kerja yang disiplin, Perseroan memiliki kapasitas likuiditas yang cukup untuk mendukung rencana pertumbuhan dan target netralitas karbon pada tahun 2030,” tutupnya.
(Dani Jumadil Akhir)