PGN Gagas juga menyatakan kesiapan untuk berkolaborasi aktif dengan Kementerian ESDM dan para pemangku kepentingan dalam proses kajian dan pengembangan kebijakan ke depan, termasuk dalam aspek teknis, distribusi, serta edukasi terkait pemanfaatan CNG.
“Kami siap berkontribusi secara optimal sebagai mitra pemerintah, sesuai dengan kebutuhan dan arah kebijakan yang ditetapkan, dalam mendukung terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi nasional,” tutup Santiaji.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah tengah membahas pengembangan compressed natural gas (CNG) sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan impor liquefied petroleum gas (LPG).
Bahlil mengatakan opsi CNG masih berada pada tahap pembahasan dan konsolidasi lintas sektor sebelum difinalisasi menjadi kebijakan energi nasional.
“Pengembangan CNG masih dalam pembahasan dan akan difinalisasi. Ini menjadi salah satu alternatif untuk memperkuat kemandirian energi dari sektor LPG,” ujar Bahlil usai menghadiri rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 27 April 2026.
Dia menjelaskan, pengembangan CNG merupakan salah satu upaya mendorong kemandirian energi, khususnya dalam mengurangi ketergantungan terhadap LPG yang sebagian besar masih diimpor.
(Dani Jumadil Akhir)