Menurutnya, dampak dari sistem pelayaran tidak selalu terlihat ketika berjalan normal, namun akan langsung terasa ketika terjadi gangguan.
“Ketika sistem shipping berjalan optimal, masyarakat tidak merasakan dampaknya. Namun ketika terjadi gangguan, efeknya langsung terasa terhadap ketersediaan energi dan aktivitas ekonomi. Karena itu, shipping menjadi elemen strategis dalam menjaga stabilitas energi nasional,” lanjutnya.
Roberth menambahkan, distribusi energi berbasis maritim terus diperkuat melalui sinergi di lingkungan Pertamina Group untuk menjaga kelancaran pasokan energi di seluruh wilayah Indonesia.
Ke depan, penguatan sistem distribusi energi diharapkan dapat terus disesuaikan dengan dinamika kebutuhan nasional serta tantangan operasional yang berkembang.
(Feby Novalius)