Penyaluran KUR Tembus Rp96 Triliun, UMKM Berkontribusi Tekan Kemiskinan  

Rohman Wibowo, Jurnalis
Senin 04 Mei 2026 20:16 WIB
Penyaluran KUR Tembus Rp96 Triliun, UMKM Berkontribusi Tekan Kemiskinan  (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Kementerian Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) menitiberatkan peningkatan penyaluran kredit ke pelaku usaha berkorelasi pada penurunan angka kemiskinan. Modal usaha yang tersalurkan diklaim telah tepat sasaran.

"Program KUR menyasar kepada kelompok-kelompok masyarakat yang masuk di desil 1 sampai desil 4. Alhamdulillah bisa memberikan kontribusi dalam mengurangi angka kemiskinan atau mengeluarkan saudara-saudara kita dari kategori kemiskinan ekstrem," kata Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam jumpa pers di Mbloc, Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026).

Maman mengungkapkan bahwa hingga awal Mei 2026, realisasi KUR mencapai Rp96 triliun dan menjangkau 1,5 juta debitur. Sebagian besar dialokasikan untuk pelaku usaha mikro sebesar Rp70 triliun.

"Sektor mikro ini berkontribusi terhadap upaya kita untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem. Karena sebagian besar yang bekerja di situ, itu rata-rata juga keluarga-keluarga kita yang memang masuk dalam kategori miskin ekstrem," urai Maman.

Maman mengatakan, soal alokasi kredit dari perbankan ke sektor UMKM di 10 tahun terakhir dalam tren menanjak. Secara total mencapai Rp1.000-an triliun, dengan pembagian kredit KUR dan non-KUR.

Meski pemberian fasilitas kredit terus dilakukan, Maman mengingatkan daya saing UMKM. Sejauh ini, produk impor masih menjadi momok bagi pelaku usaha dalam negeri sehingga sulit berkembang dan mendapatkan untung maksimal.

"Pada saat kami bantu UMKM dari sisi pembiayaan lalu dia bisa produksi barang, tapi UMKM-nya tidak bisa jual barangnya ke pasar. Dampaknya juga jadi kredit macet," kata dia.

"(Pelaku UMKM) sudah bisa produksi barang, jualan makanan, minuman, ataupun gelas dan lain sebagainya, tapi pasar tidak menerima karena derasnya barang-barang impor dari luar," imbuhnya.

 

Perlu diketahui, berdasarkan data BI, rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) UMKM mencapai 4,6% pada Januari 2026. Angka ini naik dari Desember 2025 yang sebesar 4,33%.

Merujuk data dari Kadin Indonesia, data pertumbuhan pelaku UMKM dalam 2018-2023 menggambarkan perubahan yang fluktuatif. Seperti pada 2018 yang mencatatkan total keseluruhan sebesar 64,19 juta dan naik di tahun berikutnya sebanyak 65,47 juta.

Namun, pada 2020, terjadi penurunan jumlah UMKM menjadi 64 juta pelaku UMKM, dan kembali naik pada tahun berikutnya menjadi 65,46 juta usaha. Jumlah pelaku UMKM kembali turun pada 2022 menjadi 65 juta, dan pada 2023 mencatatkan kenaikan dengan total 66 juta.
 

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya