OJK Terima 4 Paket Calon Direksi BEI 2026-2028, Proses Seleksi Dimulai

Rohman Wibowo, Jurnalis
Selasa 05 Mei 2026 21:02 WIB
OJK Terima 4 Paket Calon Direksi BEI 2026-2028, Proses Seleksi Dimulai (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerima 28 nama bakal calon direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan periode 2026–2030, yang terbagi ke dalam empat paket kepengurusan. 

Seluruh kandidat yang diusulkan dalam paket-paket tersebut merepresentasikan perpaduan antara para pelaku industri pasar modal dengan tenaga profesional dari berbagai sektor strategis lainnya, termasuk bidang keuangan dan teknologi informasi.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, mengonfirmasi bahwa batas akhir penyerahan paket calon direksi Bursa Efek Indonesia telah resmi ditutup pada 4 Mei 2026.

Mengingat setiap paket mengusung tujuh posisi jabatan direksi, maka secara akumulatif terdapat 28 nama yang kini masuk ke dalam tahap penyaringan awal di OJK.

“Pengajuan dilakukan dalam bentuk paket sesuai ketentuan, dan seluruh kandidat telah melalui tahap pendaftaran awal sebagaimana diatur dalam POJK,” ujar Hasan dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner OJK, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Terkini, pihak OJK tengah melakukan proses verifikasi mendalam terhadap kelengkapan berkas administrasi dari seluruh calon direksi BEI tersebut. Tahapan verifikasi administrasi ini merupakan prosedur awal yang wajib dilalui sebelum para kandidat melangkah ke fase berikutnya, yakni uji kemampuan dan kepatutan (fit and proper test).

Hasan memaparkan bahwa profil dari para kandidat yang diajukan memperlihatkan keragaman latar belakang yang luas, mulai dari praktisi pasar modal hingga ahli profesional dari sektor keuangan dan teknologi informasi. 

Komposisi yang beragam ini dinilai memiliki potensi besar untuk memperkaya serta memperkuat kapasitas strategis operasional BEI di masa depan.

 

Ditambah, OJK menyematkan ekspektasi tinggi kepada jajaran direksi dan komisaris BEI yang nantinya terpilih untuk memimpin agenda besar reformasi pasar modal nasional.

Agenda strategis tersebut meliputi pembenahan struktural, peningkatan likuiditas serta pendalaman pasar, penguatan aspek tata kelola, hingga pengembangan infrastruktur bursa yang mampu beradaptasi secara dinamis terhadap kemajuan teknologi.

"Harapannya, proses ini menghasilkan direksi yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kapasitas inovasi untuk mendorong kemajuan pasar modal Indonesia,” kata Hasan.

Seluruh mekanisme pengajuan paket direksi ini berpedoman pada regulasi yang tertuang dalam POJK No. 58/POJK.04/2016, yang menetapkan standar tinggi bagi setiap kandidat terkait integritas, reputasi, serta kompetensi yang mumpuni.

Selain itu, para calon direksi diharapkan memiliki kapabilitas untuk menjalankan seluruh fungsi bursa secara mandiri, independen, dan profesional.

(Dani Jumadil Akhir)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya