JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan arus dana asing keluar (capital outflow) dari pasar modal Indonesia saat ini lebih dipengaruhi faktor eksternal, khususnya kondisi geopolitik dan geoekonomi global, dibandingkan dengan fundamental ekonomi domestik.
Frederica menjelaskan bahwa ketidakpastian global, termasuk kebijakan suku bunga tinggi yang dipertahankan lebih lama oleh Federal Reserve, menjadi salah satu pemicu utama keluarnya dana asing dari berbagai pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.
"Kalau teman-teman lihat terjadi (outflow) karena memang saat ini kondisi dari faktor geopolitik dan geoekonomi secara global. Namun selama kita yakini fundamental kita baik ya kita harapkan ini akan bisa berbalik," ujarnya di Istana Negara Jakarta, Selasa (5/5/2026) malam.
Meski demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan telah melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global. Langkah tersebut mencakup peningkatan transparansi data investor, termasuk pembukaan informasi pemegang saham di atas 1 persen, pengungkapan Ultimate Beneficial Owner, serta penyajian data yang lebih rinci dari sebelumnya.
Selain itu, OJK juga mendorong peningkatan likuiditas melalui kebijakan free float minimum di atas 15 persen. Upaya ini dilakukan untuk memperdalam pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan investor terhadap tata kelola pasar modal Indonesia.