Defisit APBN Hampir 1 Persen pada Kuartal I-2026, Wamenkeu: Ini Memang By Design

Rohman Wibowo, Jurnalis
Kamis 07 Mei 2026 12:22 WIB
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung, menjelaskan bahwa defisit APBN pada kuartal I-2026 yang mencapai 0,93 persen. (Foto: Okezone.com/Kemenkeu)
Share :

"Beberapa negara, misalnya Malaysia, itu tumbuhnya (PDB) sekitar 5 persen juga ya, tapi fiskal defisitnya jauh lebih tinggi dari kita. Kalau tidak salah angkanya mendekati 6 persen. Kita bisa jaga di bawah 3 persen. Utang terhadap PDB juga masih 40 persen," imbuhnya.

Merujuk rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi pada kuartal awal tahun ditopang dari sisi permintaan dan penawaran. Dari sisi pengeluaran, penyumbang utama pertumbuhan ekonomi adalah konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah.

Kinerja konsumsi rumah tangga utamanya didorong oleh mobilitas penduduk, berbagai kebijakan pemerintah dalam pengendalian inflasi, serta sejumlah stimulus untuk mendorong konsumsi seperti diskon tiket transportasi, pemberian THR atau gaji ke-14, serta penetapan BI rate pada level 4,75 persen.

Sementara itu, konsumsi pemerintah tumbuh hingga 21,81 persen seiring meningkatnya realisasi belanja pegawai melalui pembayaran gaji ke-14 (THR) serta peningkatan belanja barang dan jasa, terutama melalui program untuk masyarakat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG).

(Feby Novalius)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya