JAKARTA - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyoroti PHK masal yang dilakukan PT Krakatau Osaka Steel (KOS). Data yang diterima PHK massal mendekati 200 orang imbas tutupnya Krakatau Osaka Steel.
"PHK (pemutusan hubungan kerja) di Krakatau Osaka Steel, Partai Buruh bersama KSPI sudah membentuk posko orange. Ada 161 orang yang di-PHK, tapi sudah bertambah, sudah mendekati angka 200 orang," ujarnya pada wartawan, Kamis (6/5/2026).
Menurutnya, salah satu penyebab PHK massal imbas tutupnya perusahaan tersebut karena konsumen PT KOS itu merupakan proyek IKN dan proyek jalan tol. Namun, karena proyek tersebut melambat hingga cenderung berhenti, permintaan baja pun jadi menurun berimbas pada perusahaan tersebut.
"Penyebabnya, sebelumnya mereka ini, PT KOS, itu kan yang membeli konsumennya adalah proyek IKN dan proyek jalan tol. Karena dia udah melambat dan kecenderungan berhenti, maka permintaan bajanya menurun," tuturnya.
"Sehingga, mau enggak mau terjadi rasionalisasi, bahkan mungkin ditutup, sedang dalam proses perundingan. Memang manajemen akan memberikan sekitar 2 kali aturan untuk memberikan pesangon kepada buruh yang di-PHK," katanya.
Dia menambahkan, produk PT KOS tersebut diperkirakan tidak bisa bersaing harganya dengan barang impor baja dari China. Alhasil, mereka tidak bisa bertahan hingga akhirnya tutup dan terjadi PHK massal.
"Karena produk-produk PT KOS tidak bisa bersaing harganya dengan barang-barang baja impor dari Cina, yang banci kita sebutnya kan banci, jadi lebih murah nilainya, ukurannya banci. Sehingga mereka tidak bisa juga bersaing, itu betul," katanya.