Direkomendasikan untuk mengalokasikan minimal 10 persen penghasilan untuk proteksi dengan dua jenis asuransi penting, yaitu asuransi kesehatan serta asuransi jiwa untuk melindungi tanggungan finansial.
5. Simpan Dana Darurat di Instrumen yang Tepat dan Likuid
Menyimpan dana darurat di bawah bantal atau rekening tanpa bunga membuat nilai dana tersebut terkikis inflasi. Pilihan instrumen yang tepat membuat dana darurat tumbuh sambil tetap siap diakses.
Strategi alokasinya sekitar 30-40 persen di tabungan digital dan 60-70 persen di RDPU atau deposito tenor pendek. Juga, prioritaskan akses cepat dan bukan imbal hasil tinggi karena tujuan dana darurat adalah pertahanan, bukan investasi.
6. Evaluasi Kondisi Finansial Secara Rutin
Persiapan finansial bukan aktivitas satu kali selesai. Kondisi hidup berubah, biaya hidup naik, dan kebutuhan keluarga berkembang sehingga rencana keuangan perlu ditinjau berkala.
Sangat disarankan untuk evaluasi dana darurat minimal setiap 6–12 bulan atau setelah perubahan besar seperti pindah kerja, menikah, atau tambahan anak. Jadikan evaluasi ini rutinitas sederhana setiap Januari dan Juli agar tidak terlewat.